posmetros.com - Dalam perspektif hukum, Politisi DPD Partai Gerindra DKI, Syarif menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan Jokowi untuk tidak m...
posmetros.com - Dalam perspektif hukum, Politisi DPD Partai Gerindra DKI, Syarif menyebutkan, bahwa apa yang dilakukan Jokowi untuk tidak mengintervensi kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) patut mendapat acungan jempol.
Namun disisi lain, Syarif menyebutkan, kenapa hanya karena seorang Ahok dengan sikapnya justru menjadikan warga se-Tanah Air tegang.
Bahkan, hampir semua tokoh-tokoh penting di negeri ini ikut dibuat repot dan tegang.
"Tapi dalam perspektif politik publik tertawa lho. Ini troublemaker-nya Ahok, jangan sampai seluruh bangsa ini dibuat tegang hanya karena Ahok.? Memangnya kontribusi Ahok buat bangsa ini apa sih?," ujar Syarif Jakarta, Rabu (2/11/2016).
Menurutnya, sikap Jokowi tersebut dapat mereduksi tensi panas unjuk rasa besar yang akan dilakukan organisasi massa Islam pada Jumat, 4 November mendatang.
Sebab, tak dapat dipungkiri bahwa opini Ahok dilindungi Jokowi justru membakar emosi banyak pihak yang tak terima dengan tudingan kasus penistaan agama yang dialamatkan kepada Ahok.
"Alhamdulillah kalau pada pertemuan dengan MUI, NU, dan Muhammadiyah Jokowi memastikan untuk tidak pasang badan dalam kasus ini," ujarnya.
Jokowi dalam pertemuannya dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto, Menkopolhukam Wiranto dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dan yang terbaru SBY juga menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla, semalam.
"Ini kan masalahnya jadi lucu juga, Presiden, Pak Prabowo, Pak SBY, Pak JK dan banyak pemangku kepentingan lain seolah-olah harus menjadi pemadam kebakaran dalam persoalan ini," terang Syarif.
Meski patut diapresisasi dengan berdialog guna kepentingan bangsa, namun kata Syarif, harus dilihat juga tentang siapa membahas apa, dan dalam kasus apa. (ts)

KOMENTAR