posmetros.com - Kabar tentang bergabungnya Titi Rajo Bintang dengan tim pemenangan Ahok terekspos sudah cukup lama, semenjak Titi bertemu A...
posmetros.com - Kabar tentang bergabungnya Titi Rajo Bintang dengan tim pemenangan Ahok terekspos sudah cukup lama, semenjak Titi bertemu Ahok di rumah dinas Gubernur, di Jalan Taman Suropati Nomor 7, Jakarta Pusat, awal September yang lalu. Kemudian ketua tim pemenangan Ahok, Prasetio Edi Marsudi, memberi posisi kepada Titi sebagai juru bicara tim.
Sebelumnya juga tercatat beberapa nama artis yang bergabung dengan Tim Kemenangan Ahok antara lain, Maia Estianty, Dewi Persik, Isyana Sarasvati, dan Sopia Latjuba. Namun sikap Titi ini justeru mendapatkan reaksi negatif dari beberapa perantau Minang yang ada di DKI Jakarta.
“Siapapun yang dipilih Titi Rajo Bintang pada Pilkada Dki jakarta 2017 mendatang, itu hak dia sebagai konstituen, undang-undang juga sudah mengaturnya. Akan tetapi ketika Titi tampil sebagai juru bicara Ahok, perasaan saya sebagai perantau Minang jadi kurang nyaman. Karena pada nama Titi melekat nama Minang yang sangat kental, yaitu Rajo Bintang,” kata Anshar, menyikapi keputusan Titi untuk bergabung dengan tim pemenangan Ahok.
Anshar (37) karyawan sebuah perusahaan swasta yang berkantor di kawasan Mampang, Jakarta Selatan ini memaparkan, bahwa momen Titi bergabung dengan Ahok sama sekali tidak tepat, sekalipun Titi memiliki rasa kagum pada Ahok,”terlepas benar atau tidaknya Ahok menistakan Agama, namun sebagai orang Minang yang kuat dengan adat dan agamanya, sebaiknya tidak ikut-ikutan bergabung dengan seseorang yang dituduh menistakan Agama,” tutur Anshar, perantau yang berasal dari Maninjau, Kabupaten Agam, Sumatera Barat ini.
“Saya sendiri juga kagum dengan kerja Ahok, termasuk cara dia menata Kota Jakarta. Namun saya tidak suka dengan sikap kasar Ahok, termasuk pada saat dia dituduh menistakan agama,” tegas Anshar.
Hal senada juga disampaikan Rizal (45), pedagang di kawasan Pesing, Jakarta Barat ini menuturkan, bahwa Ahok berhasil membuat Kota Jakarta bersih, tidak ada lagi tumpukan sampah yang menimbulkan bau,”Saya tidak peduli Gubernur itu Cina atau siapa saja, saya juga tidak mau tahu agamanya apa, yang penting dia punya agama, Namun kalau agama sudah dinistakannya, rasa simpati saya langsung hilang,” tutur Rizal, perantau dari Pesisir Selatan yang mengaku sudah menetap selama 25 tahun di Kota jakarta.
Ketika ditanya tentang kabar bergabungnya Titi Rajo Bintang dengan tim pemenangan Ahok, Rizal spontan menjawab,”awalnya saya tidak tahu bahwa Titi itu orang Minang. Saya baru tahu bahwa dia itu seorang artis yang berasal dari Minang semenjak dibelakang namanya ada nama Rajo Bintang. Sekarang dia menjadi Juru Bicara Tim Pemenangan Ahok, otomatis orang akan menilai bahwa ada juga orang Minang yang mendukung orang yang sudah menistakan agamanya,” kata Rizal.
Rizal menambahkan, akan muncul sikap pro dan kontra dari perantau Minang yang ada di Jakarta sehubungan bergabungnya Titi Rajo Bintang pada Tim Pemenangan Ahok, karena embel-embel nama Rajo Bintang yang ada di belakang nama Titi,”orang tidak akan protes apabila dibelakang nama Titi masih memakai nama Sjuman,”kata Rizal.
Titi diperkenalkan sebagai juru bicara tim pemenangan Ahok-Djarot pada Pilkada DKI jakarta 2017, di Posko Pemenangan Ahok-Djarot, Jalan Borobudur No. 18, jakarta Pusat. Titi mengaku sudah lama mendukung Ahok, dia mengaku bergabung dengan tim pemenangan Ahok karena panggilan hati nuraninya, dan panggilan Tuhan.
Sementara Herman (52) warga Kota Jakarta yang berasal dari Indarung, Kota Padang ini menegaskan,”orang Minang mendukung Ahok, tidak ada salahnya. Tapi tolong jangan menggunakan embel-embel Minang, karena orang Minang itu sudah pasti tidak akan pernah suka apabila agamanya dinistakan,” tegas lelaki yang memiliki rumah makan Padang ini. (ip)

KOMENTAR